Transformasi Digital , Kunci Percepatan Pemulihan Pariwisata

PARIWISATA menjadi salah satu dari 5 sektor penyumbang devisa bagi perekonomian Indonesia selain perdagangan, pertanian dan sektor migas. Pariwisata menjadi kunci dalam penciptaan lapangan kerja serta disinyalir sebagai jalan tercepat dalam mensejahterakan bangsa ( Arief Yahya: 2018). Terlebih Jokowi mentargetkan 1,4 Milyar perjalanan wisata domestik pada 2023. Target ini dipandang secara optimis oleh Menparekraf Sandiaga Uno dimana salah satu optimisme ini muncul karena pengaruh transformasi digital bidang pariwisata.

Transformasi digital bidang pariwisata menjadi hal penting untuk diperhatikan. Bukan hanya layanan berwisata secara digital namun juga pada pemenuhan informasi secara digital. Pada berbagai wawancara yang dilakukan dengan pengamat pariwisata seperti Taufan Rahmadi, Heru Mataya dan juga Rizanto Binol, peneliti menemukan perubahan arah dai calon wisatawan dalam menentukan destinasi yang akan dikunjungi. Wisatawan lebih memilih mengunjungi tempat wisata yang popular dan menjadi tren dibandingkan mengunjungi destinasi yang berkualitas. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor salah satunya adalah kebutuhan konten media sosial serta terpaan informasi yang mereka dapatkan sehingga experience dan konten menjadi hal utama yang dikejar.

Ketersediaan informasi secara digital menjadi teramat penting agar suatu destinasi pariwisata memiliki peluang untuk masuk dalam wish list kunjungan. Hal ini sesuai dengan kajian dari UNWTO ( United Nation World Tourism Organization) dimana social media changes the destination branding. Keberadaan sosial media sebagai bagian dari media digital merubah branding, merubah pilihan dalam menentukan destinasi wisata.

Jumlah pengguna media sosial dan masyarakat yang memanfaatkan internet untuk menunjang referensi berwisata juga semakin meningkat. Berdasarkan data Kominfo di Tahun 2022, tidak kurang dari 202 juta orang Indonesia mengakses internet dan juga media sosial dalam mencari berbagai topik informasi termasuk pariwisata. Belum lagi saat ini kekuatan artificial intelegent telah mengubah cara marketing. Digital marketing menajdi kunci dalam memenangkan pasar. Perilaku audiens dapat ditelisik melalui teknologi sehingga dalam memenuhi ekspektasi mereka dapat kita berikan sesuai dengan pembaca melalui teknologi digital.

Pemanfaatan komunikasi digital bukan hanya sebatas layanan transaksi, pemenuhan informasi destinasi maupun even namun merambah pada sisi riset terkait apa yang mereka butuhkan dan inginkan dalam berwisata. Sudah seharusnya saat ini pemasaran digital destinasi wisata menggunakan pendekatan Artificial Intelegent dan meningkatkan experience serta value sebuah perjalanan bukan hanya dari sekedar story saja. Jika dapat bertarnsformasi secara digital maka pemulihan pariwisata menjadi hal yang mudah dikarenakan ada framing bahwa wisata bukan lagi kebutuhan tersier namun menjadi kebutuhan primer bagi masyarakat Indonesia.

Penulis: Siti Chotijah S.IP, MA, Dosen STMM Yogyakarta

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *