Peran User Generated Content Dalam Promosi Pariwisata

KOMINFO pada awal tahun 2022 menyatakan bahwa pandemi covid-19 menjadi ajang percepatan digitalisasi di Indonesia. Data Kominfo dan hotsuite memperlihatkan kenaikan yang signifikan dari perilaku masyarakat dalam penggunaan media digital. Tidak kurang 202 juta masyaraat Indonesia saat ini terkoneksi melalui internet. Bahkan data kepemilikan sosial media menunjukkan angka yang lebih tinggi yaitu terdapat lebih dari 350 juta akun media sosial aktif di Indonesia.

Pengguna internet khususnya sosial media bukan hanya mencari informasi saja namun berkontribusi dalam memproduksi informasi. Berbagai informasi organik disumbang oleh masyarakat atau netizen hampir disemua bidang. Informasi yang merupakan kontribusi masyarakat ini dikenal dengan istilah user generated content ( UGC) dimana informasi ini dinilai alami dan dapat dipercaya karena dishare berdasarkan pengalaman atau review.

Pada bidang pariwisata contohnya peran UGC dinilai sangatlah penting. Selain dari jumlah yang sangat signifikan produksi UGC ini mampu memberikan informasi yang detail,up to date dan lepas dari framing kepentingan karena berasal dari pengguna. Keberadaan UGC bidang pariwisata memberi peran yang penting, bahkan ini bukti kongkrit bahwa konten dari warga menjadi penyumbang informasi dan mendominasi.

Sebagai contoh kasusnya adalah konten pada hastag #WonderfulIndonesia yang jumlahnya lebih dari 11 juta konten di media sosial Instagram. Tentu penyumbang terbanyaknya adalah masyarakat dan wisatawan. Hampir dipastikan bahwa konten ini berisi destinasi wisata yang diunggah oleh masyarakat yang mengunjungi destinasi wisata. Konten yang dikategorikan UGC ini memiliki jumlah yang massif sehingga memiliki peran penting dalam mendorong promosi pariwisata. Bahkan banyak konten update justru dari masyarakat bukan dari lembaga official yang menangani bidang tersebut.

Peran UGC dalam promosi pariwisata memberi dampak impresi yang luar biasa, bukan hanya secara jumlah unggahan, namun kualitas konten serta profil pengunggah menjadi penting dan dapat memberikan pengaruh. Misalnya saja public figure atau pejabat yang merupakan media darling mengunjungi destinasi wisata lalu mengunggah kunjungannya maka ini akan memiliki daya dorong bagi masyarakat untuk berkunjung pada destinasi tersebut. Jika demikian maka promosi pariwisata jika menggunakan keberadaan UGC maka akan semakin mudah, murah dan efektif.

Penulis: Siti Chotijah S.IP, MA, Dosen STMM Yogyakarta

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *