Karomani

KPK Perpanjang Penahanan Karomani

KPK Perpanjang Penahanan Karomani

Bandar Lampung - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan perpanjangan penahan terhadap tersangka mantan rektor Universitas Lampung (Unila) Prof.Karomani Cs dan bakal koperatif selama dalam penyidikan berlangsung. Juru bicara KPK Ali Fikri mengatakan, bahwa perpanjangan penahanan tersebut guna melengkapi alat bukti dugaan korupsi yang telah dilakukan oleh para tersangka "Tim penyidik KPK saat ini masih membutuhkan¬†waktu untuk proses melengkapi alat bukti dan pemberkasan dalam perkara dugaan Korupsi di Unila tersebut, "kata Ali Fikri kepada awak media. Senin (12/09). Untuk itu, kata dia, perpanjangan masa ini dilakukan selama 40 kedepan terhitung sejak (09/09) lalu. "Untuk itu KPK telah memperpanjang masa penahanan para…
Read More
Program Simanila Jadi Olahan Karomani

Program Simanila Jadi Olahan Karomani

FAJARSUMATERA - Ditahun 2022, Universitas Lampung (Unila) sebagai salah satu Perguruan Tinggi Negeri, ikut menyelenggarakan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Selain SNMPTN, Unila juga membuka jalur khusus yaitu Seleksi Mandiri Masuk Universitas Lampung (Simanila) untuk tahun akademik 2022. Karomani (KRM) yang menjabat sebagai Rektor Unila periode 2020 s/d 2024, memiliki wewenang salah satunya terkait mekanisme dilaksanakannya Simanila tersebut. Selama proses Simanila berjalan, KRM diduga aktif untuk terlibat langsung dalam menentukan kelulusan para peserta Simanila dengan memerintahkan HY selaku Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Budi Sutomo selaku Kepala Biro Perencanaan dan Hubungan Masyarakat serta melibatkan MB selaku Ketua…
Read More
Berikut Kronologis OTT KPK terhadap Rektor Unila Cs

Berikut Kronologis OTT KPK terhadap Rektor Unila Cs

FAJARSUMATERA - Menindaklanjuti laporan masyarakat yang diterima KPK terkait dengan dugaan korupsi pada penerimaan mahasiswa di Universitas Lampung tahun 2022, Jumat 19 Agustus 2022. Sekitar pukul 21.00 Wib, Tim KPK bergerak ke lapangan dan menangkap serta mengamankan beberapa pihak yang diduga sedang melakukan tindak pidana korupsi di Lampung dan Bandung. Adapun pihak yang ditangkap di Lampung adalah ML, HF, HY beserta dengan barang bukti uang tunai sebesar Rp414,5 juta, slip setoran deposito di salah satu bank sebesar Rp800 juta, dan kunci safe deposit box yang diduga berisi emas senilai Rp1,4 Miliar. Kemudian pihak yang ditangkap di Bandung adalah KRM, BS,…
Read More