Proses Lelang Proyek Pembangunan Gedung Pemkot, Pokja-Rekanan Main Mata?

Bandar Lampung – Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Pematank Suadi Romli Menyoroti dugaan tender yang terkondisi di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung.

Romli mengatakan, bahwa tender tersebut patut diduga adanya oknum yang bermain mata dalam pengondisian tender yang telah dimenangkan oleh perusahaan  itu.

“Dari kualifikasi peserta yang melakukan penawaran di tambah lagi dari nilai penurunan penawaran yang hanya turun 31 juta rupiah, ini sangat terlihat adanya dugaan pengondisian,”kata Romli saat diwawancara media. Rabu (18/05) .

Untuk itu, kata dia, hal ini sangat bertentangan dengan Undang – Undang no 5 tahun 1999 tentang larangan monopoli dan persaingan tidak sehat.

“karena persentase nilai penawaran dibawah 1persen, hal ini sangat bertentangan dengan Undang Undang No.5 tahun 1999 tentang larangan monopoli dan larangan persaingan tidak sehat, jadi sangat jelas jika lelang di gelar secara sehat pasti ada penawaran yang di atas 5% hal ini akan lebih menguntungkan keuangan negara, “ungkapnya

Romli berharap, Pojka hingga ULP benar – benar menyeleksi proses tender sesuai prosuder yang sudah berlaku, sehingga tidak ada lagi dugaan main mata yang dilakukan oleh oknum – oknum yang tidak bertanggung jawab yang dapat merugikan negara.

“Kita berharap pokja maupun ULP benar” melakukan seleksi secara sehat terhadap para peserta lelang agar pembangunan di kota bandar lampung akan lebih baik lagi kedepanya , “pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Pembangunan Gedung Pelayanan Publik satu atap milik Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung diduga penuh dengan Konspirasi.

Berdasarkan hasil penelusuran, Dugaan pengondisian lelang Pembangunan Gedung Pelayanan Publik Satu Atap milik Pemkot Bandar Lampung di menangkan oleh PT Asmi Hidayat .

Dari 18 peserta hanya PT ASMI HIDAYAT yang melakukan penawaran Rp.34.896.607.900 dari nilai pagu 35 miliar.

Selanjutnya, negosiasi harga antara direktur atau yang dikuasakan saat pembuktian berkas dokumen lelang, Pokja hanya melakukan negosiasi turun sekitar 200 juta.

Kuat dugaan, adanya indikasi main mata antara UKPBJ yang menunjuk kelompok kerja (Pokja) dan pemilik PT Asmi Hidayat diduga kuat penuh konspirasi.

Selain itu, konsultan perencanaan dan konsultan pengawasan masih berada satu atap kantor dengan PT ASMI HIDAYAT.

Sementara, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) kota Bandarlampung saat dikonfirmasi ke no 0811-118-XXX belum membalas pesan whatsapp yang dilayangkan meski terkirim.

Padahal, awak media mencoba memberikan ruang agar berita yang akan diterbitkan berimbang.

By admin

2 thoughts on “Proses Lelang Proyek Pembangunan Gedung Pemkot, Pokja-Rekanan Main Mata?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.