Curahan Hati dari Desa paling ujung utara kabupaten Pesawaran

Pesawaran (Fs) – Ketika kondisi wilayah pedesaan yang dia pimpin, medapatkan sedikit pembangunan, sosok kepala desa di wilayah kecamatan tegineneng, persis di ujung utara kabupaten pesawaran, desa Panca Bakti, wahono, mencurahkan keluh kesahnya, bercerita tentang kondisi desa panca Bakti, serta semua apa yang menjadi hak serta tanggung jawabnya sebagai kepala desa.

Dengan mengatas namakan masyarakat panca bakti, kecamatan Tegineneng, melalui tulisan yang di tujukan kepada pemimpin yang menjadi orang nomor satu si bumi andan jejama kabupaten prsawaran, beserta para OPD yang berperan dalam pembangunan pesawaran, dengan tujuan murni, sangatlah berharap dan menunggu adanya kebijakan dalam pemerataan pembangunan, demi terwujudnya pemerintahan yg adil, sehingga terciptanya masyarakat yg sejahtera.

Dalam hal ini, sekiranya Pemerintah daerah kabupaten pesawaran, dapat memberikan pembangunan, dgn melihat langsung melakukan survei dan melakukan koreksi, terkait desa mana yg selama ini, belum dan kurang mendapat perhatian, bahkan belum tersentuh pembangunan.

“Seperti halnya desa kami, yaitu desa panca bakti, Sejak pesawaran menjadi kabupaten definitif, bahkan sejak th 1999 sampai dgn sekarang, dalam hal program pembangunan, melalui dana APBD kabupaten atau propinsi, dana Dak atau Dau, Jalan Kabupaten yang berada di desa panca bakti, sepanjang 7 kilometer, sampai sekarang belum tersentuh pembangunan jalan hotmix,” ungkapnya..

kecuali, tambah kades wahono, sempat ada pembangunan rehab hotmix, sepanjang 1800 meter, dan hanya itu, walaupun jalan sepanjang 6200 meter lainnya, belum pernah tersentuh aspal,hotmix,

“sejak desa berdiri 1967, terdapat Jalan lingkungan dan pemukiman sepanjang 4 kilo meter, yang sama sekali belum tesentuh aspal, hingga kini,” tambahnya

Menjadi tanggung jawab ketika telah berkomitmen untuk turut serta menjadi salah satu pengguna anggaran, yang bertanggung jawab dan pro masyarakat, melaksanakan pembangunan, serta tetap mengikuti aturan dan loyalitas terhadap pemerintah daerah, kami masyarakat, Panca bakti, tetap melaksanakan pembangunan dengan swadaya dan anggaran Dana desa,

“selama ini kami tidak pernah ada pembangunan dari Pemda, Meski kami melaksanakannya dengan gotong royong, tetap mengoptimalkan dana desa, walau kadang kami karena malu dgn tetangga desa, demi menutupi kekurangan dlm pembangunan lingkungan masyarakat di desa panca bakti, selaku kepala desa, selalu berkorban untuk masyarakat, dalam membantu melaksanakan bedah rumah masyarakat, tidak mampu,hingga 20 unit rumah,hingga harus mengkocek kantong hingga Rp 300 Juta rupiah, Membangun TPA 2 unit , serta gedung paud di bangun dgn sumbangan swadaya masyarakat juga pribadi,” ujarnya

Termasuk pembuatan Taman wisata Puspita sari yg sebagian pengalokasian dana desanya di pergunakan dalam pembangunannya dan sisanya kami ciptakan dana melalui swadaya, masyarakat.

“pada intinya kami, masyarakat desa panca Bakti, kedepan menginginkan pembangunan yang sama seperti desa lainnya/ tanpa timbang pilih/ karena sebagai masyarakat desa di kabupaten Pesawaran, terkait pembangunan, kami merasa memiliki hak menikmati adanya pembangunan di pesawaran. Dengan harapan besar Dimana setiap tahun desa panca Bakti selalu dapat program pembangunan dari Pemda kabupaten Pesawaran, mengenai perbaikan jalan, Bedah Rumah, dan lainnya, Harap wahono kepada orang nomor satu dan OPD dapat mendengar curahan hatinya.. (Dponco)

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.