Kasus KONI, Kejati Kembali Periksa Dua Saksi

Bandar Lampung – Kejaksaan Tinggi ( Kejati ) Lampung kembali memanggil dua orang terkait dugaan tindak pidana korupsi dalam dana hibah komite olahraga nasional indonesia (KONI) Provinsi Lampung tahun anggaran 2020.

Kasipemkum Kejati I Made Agus Putra mengungkapkan, bahwa Tim Jaksa Penyidik ​​Bidang Tindak Pidana Khusus pada Kejaksaan Tinggi Lampung Kembali melakukan pemeriksaan terhadap 2 orang saksi terkait dengan perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) dalam Penyalahgunaan Dana Hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). ) Tahun Anggaran 2020.

“Saksi-saksi yang diperiksa antara lain TM periksa sebagai saksi terkait dengan Proses Penetapan Memfasilitasi Rapat Paripurna antara Gubernur dan DPRD terkait dengan Anggaran Hibah Dana KONI TA. 2020,” kata Made kepada awak media. Senin (14/02)

Ia menjelaskan, satu saksi lainnya yakni sebagai Bendahara BPKAD di Provinsi Lampung, diperiksa terkait pengembangan dana hibah Koni.

“HF selaku Bendahara (BPKAD) Provinsi Lampung, diperiksa sebagai saksi terkait dengan Pelaksanaan Pencairan Dana Hibah Pada KONI tahun anggaran 2020,” jelasnya.

Pemeriksaan saksi ini, kata Made, dilakukan untuk memberikan keterangan guna kepentingan penyidik ​​tentang suatu perkara pidana yang ia dengar sendiri.

Ia melihat sendiri dan ia alami sendiri guna menemukan fakta tentang tindak pidana korupsi yang terjadi dalam hibah dana KONI tahun anggaran 2020,” ucapnya

Dimana sebelumnya, sambung Made, bahwa dalam tahap penyelidikan, ada beberapa fakta yang harus didalami pada kegiatan tersebut.

“Diantaranya program kerja KONI dan pengajuan dana hibah tidak disusun berdasarkan proposal kebutuhan KONI dan cabang olahraga, sehingga penggunaan dana hibah koni diduga terjadi penyimpangan dan tidak sesuai dengan Peraturan Perundang-undangan, ” menyimpulkan

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.