Kasus Dugaan Pencabulan Anak, JPU Ngotot Kuasa Hukum Keberatan

MENGGALA,Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Menggala Tulangbawang bersikukuh jika mekanisme Pemeriksaan terhadap Paidi Bin Abdul Roni terdakwa dugaan Asusila anak dibawah Umur yang tertanggal dalam BAP telah memenuhi Syarat formil dan materiil.

Bahkan JPU meminta Apa yang menjadi keberatan tim PH harus di tolak oleh Hakim PN Menggala dengan berbagai landasan hukum yang termuat dalam tanggapan Eksepsi.

Menurut data yang berhasil di himpun oleh fajarsumatera.co.id ,Penolakan Eksepsi oleh JPU Kejari Menggala terkait dengan Perkara Paidi Bin Abdul Roni setebal 16 halaman,menjelaskan jika JPU menyangkal semua yang dikemukakan oleh PH dalam Eksepsi Terdakwa Paidi Bin Abdul Roni,mengenai maksud dan muatan yang terkandung dalam Pasal 156 Ayat 1 KUHAP.

Jpu berpendapat bahwa Paidi Bin Abdul Roni pada Pemeriksaan pertama tanggal 20 september 2021 oleh penyidik Polres mesuji  yang dituangkan dalam BAP tersangka pada poin 5 dimana penyidik polres mesuji sebelum Pemeriksaan dilanjutkan telah menanyakan kepada Paidi Bin Abdul Roni apakah terdakwa perlu di dampinggi Penasehat Hukum baik yang telah ditunjuk sendiri oleh Terdakwa atau oleh penyidik.

Akan tetapi terdakwa dalam BAP menjawab Belum Perlu dan Pemeriksaan terus dilanjutkan,kemudian pernyataan tidak di dampinggi PH yang disodorkan dan ditanda tangani oleh terdakwa diatas materi 10.000,-

Dan pada 13 desember 2021 telah dilakukan pemeriksaan tambahan oleh penyidik Polres Mesuji terhadap Tersangka Paidi Bin Abdul Roni,dengan di dampinggi oleh PH dari kantor Hukum WFS & Rekan,yang di tunjuk oleh tersangka melalui Surat Kuasa Khusus diatas materi tertanggal 28 september 2021.

Keberatan PH terdakwa terhadap Surat Perintah Penahanan Nomor: DP-HAN/77/IX/2021/reskrim yang dikeluarkan oleh Polres Mesuji  tidak Sah adalah tidak beralasan karena hal tersebut masuk dalam materi ruang lingkup pra peradilan,sehingga apa yang menjadi keberatan harus di Tolak.

Dengan demikian JPU menyimpulkan dan memohon kepada Hakim PN Menggala agar tetap dilanjutkan karena telah memenuhi syarat formil maupun materiil.

Sayang JPU Debi enggan berkomentar dan terkesan kabur terkait dengan penyampaian tanggapan atas eksepsi PH terdakwa Paidi Bin Abdul Roni.

“Bukan wewenang saya silahkan tanya dengan Kasi Intel,beliau yang berwenang menyampaikan informasi,”kilahnya.

Sementara Kasi Intel Leonardo Adiguna melalui pesan WhasthApp,mengatakan jika pada Sidang tersebut JPU hanya menyampaikan tanggapan terhadap Eksepsi.

“Hari ini kita menanggapi eksepsi dari PH dengan pendapat atau tanggapan JPU atas Keberatan Tim Penasihat hukum terdakwa PAIDI, minggu depan tgl 21 Tim PH mengajukan secara tertulis tanggapan terhadap pendapat JPU,”singkatnya.(Fs-Murni.Ac)

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.