Proyek Drainase Pekon Campang Asal Jadi?

TANGGAMUS – Pengerjaan Proyek Drainase di Pekon Campang, Kecamatan Gisting, Kabupaten Tanggamus, Pengerjaannya terkesan asal jadi. Pantauan awak Media yang tergabung dalam Aliansi Jurnalis Indonesia (AJOI) Tanggamus, Saat meninjau ke lokasi Proyek Drainase tersebut tidak terpasang papan informasi kegiatan. (Jumat, 28/1/22)

Saat di temui tim AJOI Tanggamus para pekerja/tukang terkesan tertutup dan sudah terkondisikan.
” kami disini hanya kerja dengan upah Rp 80.000 sampai Rp 100.000, semua material sudah disiapkan dan karena tidak adanya batu kecil maka kami pakai batu bata hanya untuk merapihkan saja,” terangnya.

Sangking ahlinya para tukang hanya sekali melihat gambar model kontruksi oleh seseorang yang tidak disebut namanya.
” kami di sini tidak ada kepala tukang tidak ada mandor dan tidak ada pengawas, kami hanya melihat gambar model dan ukurannya sekali saja kemaren waktu pertama oleh seseorang,” tandasnya.

Disaat tim Ajoi Tanggamus akan meninggalkan lokasi salah satu pekerja memberitahukan pengawasnya ada di lokasi.
” Bang bos proyeknya( mandor) ada diwarung bawah” katanya lirih.

Saat mendatangi warung yang di maksud dijumpai 3 orang mengaku mandor dan memberi keterangan yang berbelit-belit.
“Tugas saya hanya mencari tukang buat kerja kalau mau bertanya langsung aja sama Udin, Karana kalau ada LSM atau Wartawan langsung saja temui Udin,” terang mandor

Tim menanyakan siapa Udin dan sebagai apa para mandor menjawab agak gugup. Menurut mereka Udin adalah pengawas beberapa proyek yang ada di Tanggamus.

Ditempat terpisah Asep warga setempat mengatakan kepada tim Ajoi Tanggamus, ” kurang lebih satu Minggu pengerjaan ini saya lihat asal jadi dari adukan saja tidak jelas seharusnya tidak seperti itu, biasanya kan 4 satu atau 5 satu tapi ini tidak terlihat asal asalan saya sangat menyayangkan pekerjaan drainase yang ada dipekon saya ini,” katanya

Warga berharap pekerjaan yang ada dipekonnya mendapat perhatian dari dinas PUPR Tanggamus dan para anggota DPRD kabupaten Tanggamus, agar hasilnya memuaskan.

Sementara Mujito Kepala pekon campang pihaknya hanya mengetahui bahwa di wilayahnya sedang ada pekerjaan proyek selebihnya tidak tahu menahu.
” Saya tahu setelah adanya ijin mau memulai pekerjaan dari para tukang itu aja terkait berapa dananya dan ukuranya ya tidak tau wong pemborongnya tidak pernah ketemu atau menemui apalagi mau melibatkan kita orang sini,” tegasnya.(team AJOI)

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.