Usai Garap Sekdaprov, Kejati Periksa Sekretaris KONI

Bandar Lampung – Empat saksi kembali diperiksa oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung terkait dugaan tindak pidana korupsi dalam penyalahgunaan dana hibah komite olahraga nasional indonesia (koni) provinsi lampung tahun anggaran 2020.

Kasipenkum Kejati Lampung I Made Agus Putra menjelaskan, jika tim Jaksa Penyidik pada bidang Tindak Pidana Khusus pada Kejaksaan Tinggi Lampung sedang melakukan pemeriksaan terhadap 4 (Empat) orang saksi terkait perkara dugaan korupsi KONI Lampung tahun anggaran 2020.

“SB Selaku Sekretaris KONI Provinsi Lampung, diperiksa terkait Pengelolaan seluruh kebutuhan pengurus dan perlengkapan di lingkungan kesekretariatan KONI Provinsi Lampung, ” kata Made kepada awak media.

Selanjutnya, AN selaku Wakil Ketua Umum III Bidang Perencanaan Anggaran dan Sumber Daya Usaha KONI Provinsi Lampung, diperiksa sebagai saksi terkait Perencanaan Program Anggaran, serta penyusunan permohonan Bantuan Dana Hibah yang akan diusulkan.

“FNS selaku Wakil Ketua Umum II Bidang Pembinaan Prestasi, Diktar, Litbang dan Sport KONI Provinsi Lampung, diperiksa sebagai saksi terkait Penyusunan Rancangan Program Pembinaan Prestasi Olahraga KONI, Program Pemusatan Latihan, Program Pembinaan dan Program Pembinaan Pekan Olahraga yang dikoordinasikan KONI, “ungkapnya

Selain itu, kata Made, selaku ketua bidang pembinaan prestasi pada KONI pun di panggil sebagai saksi, untuk memperjelas dugaan tersebut.

“SW selaku Ketua Bidang Pembinaan Prestasi, diperiksa terkait dengan teknis kegiatan cabang olahraga dan kegiatan-kegiatan lainnya yang berkaitan dengan Program Pembinaan Prestasi Olahraga KONI, ” katanya

Ia menambahkan, pemeriksaan keempat saksi ini dilakukan untuk memberikan keterangan guna kepentingan penyidikan tentang suatu perkara pidana yang di dengar sendiri , ia lihat sendiri dan di alami sendiri.

“Guna menemukan fakta hukum tentang tindak pidana korupsi yang terjadi dalam penyalahgunaan dana hibah KONI tahun anggaran 2020,” ucapnya

Ia menegaskan , dimana sebelumnya, bahwa dalam tahap proses penyelidikan, ada beberapa fakta yang harus didalami pada kegiatan tersebut.

“Diantaranya program kerja KONI dan pengajuan dana hibah tidak disusun berdasarkan usulan kebutuhan KONI dan cabang olahraga, sehingga penggunaan dana hibah diduga terjadi penyimpangan dan tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan, “pungkasnya

Diberitakan sebelumnya, Sebanyak 5 Pejabat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung memenuhi pemanggilan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung, Soal Dugaan Korupsi Komite Olahraga Nasional Indonesia (Koni) Provinsi Lampung Tahun Anggaran 2020 .

Kasipenkum Kejati Lampung I Made Agus Putra mengatakan, bahwa Tim Jaksa Penyidik pada bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Lampung mulai melakukan pemeriksaan terhadap 5 (Lima) orang saksi terkait perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam Penyalahgunaan Dana Hibah KONI tahun anggaran 2020.

“Saksi-saksi yang diperiksa antara lain BD Selaku Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Tahun 2019 ,MN selaku Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) ,HL selaku Wakil Ketua Umum I KONI , HW selaku Kepala Bapeda Provinsi Lampung ,FR selaku Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) , “kata Made kepada awak media. Senin (24/01)

Pemeriksaan saksi ini, kata Made, guna kepentingan penyidikan untuk memperdalam dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan pada anggaran KONI ditahun 2020.

“Dilakukan pemeriksaan untuk memberikan keterangan guna kepentingan penyidikan tentang suatu perkara pidana yang ia dengar sendiri, ia lihat sendiri dan ia alami sendiri , guna menemukan fakta hukum tentang tindak pidana korupsi yang terjadi dalam penyalahgunaan dana hibah KONI tahun anggaran 2020,”ungkapnya

Ia menambahkan, jika lima saksi yang diperiksa oleh Pidsus kejati pun telah memenuhi pemanggilan dan sedang berlangsung pemeriksaan tersebut.

“Lima saksi yang dipanggil , kelimanya hadir di kejati dan hingga saat ini pemeriksaan tersebut masih berlangsung, “pungkasnya

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.