APH Kerap Rendahkan Advokat

Bandar Lampung – Fajar Surya Televisi bersama Peradi Bandar Lampung menggelar Talkshow tentang Gagasan Peradi dan Penegakkan Hukum di Lampung yang berlangsung di Sky Garden, Grand Karaoke, Bandar Lampung, Selasa (25/1/2022) malam.

Dalam Talkshow yang dipandu oleh presenter Fajar Surya tTelevisi, Rismayanti Borthon tersebut dihadiri empat pembicara, yakni Koordinator Wilayah Lampung DPN Peradi, Sukarmin, Praktisi Hukum, Pakde Jarwo dan Ahmad Handoko serta Akademisi Dr. Yusdianto Alam.

DPN Peradi Korwil Lampung, Sukarmin mengatakan advokat hakikatnya mempunyai peran vital dalam pendampingan hukum bagi pencari keadilan serta mengomentari aparat penegak hukum yang kurang memahami kedudukan antara keduanya.

“Peran advokat ini sangat penting, dalam hal ini advokat mempunyai peran dan kedudukan yang setara dengan APH. Didalam undang-undang advokat setiap orang yg melakukan tindak pidana maka wajib di dampingi advokat, tetapi APH ini kurang memahami dan mengerti ada nya advokat. Adanya acara ini maka diharapkan mereka dapat memahami dan mengerti,” ujar Karmin.

Sementara itu, Dr. Yusdianto menganggap aparat penegak hukum masih belum memahami undang-undang advokat serta menganggap advokat lebih rendah kedudukannya, dirinya beranggapan keberadaan advokat merupakan salah satu lembaga yang menstabilkan proses penegakan hukum.

“Tentunya banyak perkara-perkara yang terjadi di tengah-tengah masyarakat yang belum diselesaikan, hadirnya advokat ini juga sebagai lembaga yang dapat membantu penyelesaian hukum dan poin nya adalah peran advokat untuk mendampingi dan menstabilkan proses penegakkan hukum, jadi sinergitas advokat dan Aparat Penegakkan Hukum adalah terpenting dalam proses ini,” ucap Yusdianto.

“melihat situasi aparat penegak hukum saat ini menyesuaikan keadaan banyaknya perkara-perkara yang terjadi terkait tindak kekerasan anak dan perempuan belum lagi perkara yang lain yang masih jadi pr, perlu pengetahuan yang cukup dalam hal menangani persoalan hukum yang ada di Lampung, tentunya ini pekerjaan rumah bagi aparat penegak hukum yang masih menganggap keberadaan advokat tidak sejajar kedudukannya. tentunya harus dipahami struktur atau posisi bagian penegak hukum, tentunya advokat hadir jadi penyeimbang dari proses penegakkan hukum,” jelasnya.

Lain kesempatan, praktisi hukum kawakan, Bey Jarwo atau yang biasa disebut Pakde Jarwo itu menuturkan lembaga Peradi harus bisa menjadi tempat yang tepat bagi mereka yang mencari keadilan dimata hukum dengan dibarenginya kolektifitas Peradi itu sendiri.

“artinya peradi ini harus jadi wadah atau tempat yang tepat tetapi harus dibarengi dengan kolektifitas peradi itu sendiri, sehingganya dapat memberikan pencerahan hukum dan juga pendampingan hukum,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan praktisi hukum, Ahmad Handoko. Dirinya menyadari keadaan hukum yang ada di Indonesia sangat memprihatinkan.

“penegakkan hukum di negara ini tajam kebawah tumpul keatas, sebetulnya hal ini bisa kita rubah dengan memperbaiki lembaga hukum nya dan aparat penegak hukum nya, lalu keduanya saling memahami kedudukan serta perannya,artinya juga harus bekerjasama untuk penegakkan hukum yang adil,” cetusnya.

Imbuhnya, “Bahwa yang disampaikan Pakde Jarwo tadi, organisasi ini (Peradi) harus berjalan sesuai undang-undang advokasi, menurut saya organisasi ini bekerja untuk para pencari keadilan di Indonesia terkhusus di Lampung,” tukas Ahmad Handoko (Nanda).

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.