Intimidasi Satpam BPN, Ini Saran Komisi I

Bandar Lampung – Pasca terjadinya intimidasi dari satpam BPN kota Bandarlampung ke wartawan, Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Lampung menyarankan pihak BPN memberikan penyuluhan .

Yozi mengatakan bahwa tindakan yang dilakukan oleh security tersebut telah melanggar UUD Pers no 40 tahun 1999 tentang Kemerdekaan pers dijamin sebagai hak asasi warga negara.

“Itu sudah melanggar UUD pers, kebebasan pers. Saya kira gini, kita menyayangkan tindakan oknum security. Mestinya dia paham bahwa wartawan itu boleh meliput dan itu bukan sesuatu yang dirahasiakan, karena hanya sekadar meliput aksi, ” Kata Yoze Rizal saat diwawancarai di Komisi l DPRD Provinsi Lampung. Selasa (25/01)

Ia mengungkapkan, Jika dirinya pun nantinya akan melakukan komunikasi kepada pihak BPN .

“Nanti saya akan coba komunikasi dengan pihak BPN dan kita sudah ada komunikasi bahwa kita sepakat akan membentuk tim kerja bersama dengan BPN. Nanti saya akan coba komunikasi untuk mengingatkan lewat kanwil agar tidak mengulangi perilaku yang seperti itu, ” Ungkapnya

Politisi Demokrat Lampung ini menjelaskan , sebaiknya satpam di Lampung diberikan pembinaan agar kejadian seperti itu tidak ada lagi.

“Harus ada pembinaan. Biasanya pembinaan itu nanti akan ada kerja sama dengan pihak penegak hukum biasanya kepolisian. Ada pendidikan, pelatihan. Seharusnya kurikulum di dalam pendidikannya ada hal tersebut, ” Jelasnya

Ia menambahkan, sebaiknya persoalan tersebut dapat diselesaikan secara kekeluargaan dengan kepala dingin.

“Kalau memang ada kerusakan minta saja ganti rugi nanti biar kantor yang bertanggung jawab dan saya pikir selesaikan sajalah secara kekeluargaan. Kita kan juga gatau motivasi security itu apa, mungkin dia pikir itu mengganggu atau apa, ” Ucapnya

Sementara Anggota Komisi V DPRD Provinsi Lampung Deni Ribowo , jika jurnalisitik tersebut di lindungi oleh Undang – Undang dan bagian dari pilar bangsa.

“Jurnalistik itu pekerjaan yang mulia, yang meruapakan pilar bangsa, tak elok lah pihak – pihak tersebut melakukan intimidasi kepada jurnalis yang sedang bertugas, “katanya

Ia menambahkan, sangat mengecam atas peristiwa tersebut mudah – mudahan kejadian ini tidak terulang kembali oleh jurnalis di Indonesia.

“Saya mengecam adanya intimidasi terhadap jurnalis yang sedang bekerja di lapangan. Jangan sampai kejadian ini terus menerus terintimidasi dan di intervensi. Masyarakat butuh informasi perkembangan pemerintahan atau daerah yang ada di Indonesia ini. Untuk itu saya memberikan solidaritas kepada jurnalis untuk terus semangat dan jangan gentar untuk terintimidasi, ” tandasnya

Reporter : Hakam dan Amri

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.